Nabi Idris ‘alaihissalam
adalah salah satu di antara nabi-nabi Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dua kali dalam Alquran, namun tidak menceritakan kepada kita kisahnya atau kisah kaumnya.Sebagian ulama menerangkan, bahwa zamanNabi Idris adalah sebelum Nabi Nuh ‘alaihissalam, sedangkan yang lain berpendapat bahwa masanya adalah setelah Nabi Nuh ‘alaihissalam, ia hidup di zaman Bani Israil.
Tentang
wafatnya Nabi Idris diperselisihkan, ada yang berpendapat bahwa Nabi Idris tidak mati,
tetapi diangkat ke langit dalam keadaan hidup sebagaimana Nabi Isa
‘alaihissalam diangkat. Ada pula yang berpendapat, bahwa Nabi Idris wafat
sebagaimana rasul-rasul yang lain wafat.
Kisah Nabi Idris pada zaman rasul.
Nabi Idris keturunan ketujuh dari Nabi
Adam AS. Meskipun demikian ia menjadi Nabi dan Rasul kedua setelah Nabi
Adam AS. Nabi Idris memimpin ummat yang masih termasuk keturunan
Qobil. Ummat ini pada waktu itu banyak yang rusak akhlaknya, sehingga
Allah SWT menunjuk Nabi Idris AS sebagai Nabi dan Rasul-Nya.
Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid
bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah
keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan
Syith. Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia
berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah
Allah serta memberi beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya
agar selamat dari siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di
dunia. Ia hidup sampai usia 82 tahun.
Allah pun memberikan mukjizat kepadanya berupa kepandaian di segala bidang. Diantara mukjizat Nabi Idris adalah sebagai berikut:
1. Hebat dalam menunggang kuda. Pada waktu itu sedikit orang yang dapat menunggang kuda.
2. Dapat menulis. Pada waktu itu tidak ada ummatnya yang dapat menulis.
3. Dapat menjahit pakaian. Pada waktu itu, belum ada yang mampu menjahit pakaian.
Nabi Idris mendapat kitab dari Allah SWT sebanyak 30 Shohifah. Dalam kitab
ini berisi ajaran kebenaran seperti halnya AL Qur’an. Kitab itu
merupakan petunjuk yang disampaikan kepada ummatnya. Sehingga ummatnya
yang sudah rusak akhlaknya sedikit demi sedikit kembali ke jalan yang
benar.
Nabi Idris juga mendapat gelar “Asadul Usud” yang
berarti Singa, karena beliau tidak pernah berputus asa dalam menjalan
tugasnya sebagai seorang Nabi. Ia tidak pernah takut menghadapi ummatnya
yang kafir. Meskipun demikian ia tidak pernah sombong. Ia bersifat
pema’af.
Nasihat / Kata Mutiara Nabi Idris
1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.
2. Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.
3. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.
4.
Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup
sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam
dosa.
5. Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada
pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan
syukur dan puji kepada Allah.
6. Janganlah iri hati kepada
orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama
menikmati kebaikan nasibnya.
7. Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
8.
Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dpt
bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.
Cerita Nabi Idris dengan Malaikat Izrail
Saat malaikat izroil dan Nabi Idris sampai di dekat neraka, Nabi Idris
as langsung pingsan. Malaikat penjaga neraka merupakan sosok yang sangat
menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka
kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris as tidak sanggup menyaksikan
berbagai siksaan yang sangat mengerikan itu. Tidak ada pemandangan yang
lebih mengerikan dibandingkan dengan neraka. Api berkobar dahsyat, bunyi
yang gemuruh menakutkan dan hal-hal yang mengerikan lainnya.
Nabi Idris meninggalkan neraka dengan tubuh yang lemas. Selanjutnya, Nabi Idris di bawa oleh MAlaikat Izrail ke surga. Malaikat Izroil
mengucapkan salam kepada malaikat penjaga pintu surga yaitu Malaikat
Ridwan, Assalamu’alaikum …” berbeda dengan malaikat penjaga neraka,
malaikat Ridwan memiliki paras yang tampan, wajahnya selalu berseri-seri
dan dihiasai dengan senyum yang ramah. Siapaun akan senang untuk
memandangnya. Selain itu juga menampilkan sikap yang amat sopan, lemah
lembut ketika mempersilahkan para penguni surga memasuki tempat yang
penuh kedamaian dan kenikmatan itu.
Tidak
berbeda saat melihat neraka, Nabi Idris nyaris pingsan saat melihat
surga, bukan karena takut, tapi karena terpesona. Begitu indah dan
menakjubkan apa yang ada di surga. Subhanallah, Subhanallah,
Subhanallah.. ucapan nabi Idris berulang-ulang karena ia begitu terpukau
oleh keindahan surga. Dilihatnya sungai-sungai yang airnya begitu bening seperi kaca.
Sementara itu di pingir sungai terdapat pohon-pohon yang bagian
batangnya terbuat dari peak dan emas. Lalu ada juga istana-istaina untuk
para penghuni surga. Di setiap penjuru ada pohon yang menghasilkan
buah-buahan, buahnya pun begit segar, ranum dan harum.
Nabi Idris juga mempunyai kesempatan untuk berkeliling, ia diiringi oleh
para pelayan surga. Mereka merupaka para bidadari yang cantik jelita dan
anak-anak mudah yang sangat tampan wajahnya. Mereka menampilkan tingkah
laku yang baik, dan sopan saat berbicara. Tiba tiba Nabi Idris ingin
meminum air sungai surga. Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali”
Pelayan surga datang membawa
segelas minum yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris. kemudian
meminum air itu dengan nikmat. Dia begitu bersyukur diberi kesempatan
bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Minuman
yang selezat itu tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ucapan hamdalah
berkali-kali pun terucap dari mulutnya ”Alhamdulillah, Alhamdulillah,
Alhamdulillah”
Setelah Nabi Idris
puas melihat surga, akhirnya tiba juga waktu baginya untuk meninggalkan
surga dan kembali lagi ke bumi. Namun ia tidak mau kembali lagi ke bumi.
Hatinya sudah terpikat oleh keindahan dan kenikmatan surga milik Allah
yang maha kuasa.
Namun
Allah merupakan Tuhan Yang Maha pengasih, terutama kebada Nabi-Nya.
Allah pun mengkaruniakan sebuah tempat yang begitu mulia di langit sana,
dan nabi idris merupakan satu-satunya nabi yang tinggal di surga tanpa
mengalami kematian. Ketika dibawa ke tempat mulia itu, saat itu nabi
idris baru berusia 82 tahun.
Semoga Kisah Nabi Idris di atas dapat menjadi contoh bagi kita agar kita selalu ingat kepada Allah dan selalu menjauhi larangan Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar